Notification

×

Iklan

Iklan

Motif Pembunuhan Brigdir J Dua Versi, Ferdy Sambo Bela Kehormatan Kelurga, Bharada E Sebut Rahasia Bocor

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:55 WIB Last Updated 2022-08-12T03:59:13Z

 

Polisi terus mendalami motif pembunuhan Brigadir J. Sejauh ini dua tersangka yakni Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E sudah diperiksa, keduanya menyampaikan motif yang berbeda

Sebaran, Jakarta - Kepolisian intens mengungkap apa motif sebenarnya sehingga Brigadir J dibunuh.


Polisi telah memeriksa dua tersangka, yakni Irjen Ferdy Sambo dan juga Bharada E. Adapun hasil pemeriksaan menunjukkan pengakuan berbeda mengapa akhirya Brigdir tewas tertembak


Dengan begitu, ada dua versi mengenai motif pembunuhan Brigadir J tersebut. Ferdy Sambo mengaku marah terhadap Brigadir J atas kejadian di Magelang


Sementara motif yang disampaikan Bharada E terkait rahasia yang bocor.  


Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, menurut keterangan Ferdy Sambo kepada Timsus, istrinya PC melaporkan kepadanya mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga saat di Magelang, Jawa Tengah.  


"Keterangan FS mengatakan dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapatkan laporan istri yang telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga terjadi di Magelang dilakukan almarhum Brigadir Josua," kata Andi dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022). 


Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD intens mengikuti perkembangan penanganan kasus membetot perhatian publik itu.


Mahfud mengklaim mendapat bocoran soal motif pembunuhan Brigadir J oleh atasannya, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.


Berdasarkan informasi yang dia dapat, Mahfud mengklaim motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat berbeda dari beragam spekulasi yang selama ini beredar baik di publik maupun dari hasil penyelidikan di Komnas HAM, LPSK, hingga senior Polri.


"Saya dapat bocoran. Tapi kan tidak boleh, saya mengatakan begitu biar dikonstruksi dulu. Dapat hal-hal yang mungkin tidak pernah muncul di publik dari Komnas HAM, LPSK, per orangan, senior polri, senior tentara dan sebagainya," kata Mahfud dalam program Satu Meja di Kompas TV, Rabu (10/8) malam.


Mahfud mengaku intens berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait proses penanganan kasus pembunuhan Brigadir J. Ia juga sempat berbincang dengan Listyo saat menghadiri acara resepsi pernikahan putri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


"Ketika Anies mantu, saya datang dia [Listyo] datang. Lalu duduk berdua. Gimana ini, koordinasi di situ," katanya.


Menurut Mahfud, sejauh ini ada tiga spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait motif di balik insiden Brigadir J. Semua spekulasi itu memang hanya patut dikonsumsi oleh orang dewasa.


Spekulasi pertama, terang Mahfud, insiden tersebut dipicu oleh pelecehan seksual. Kedua, cinta atau perselingkuhan empat segi. Ketiga, perkosaan hingga yang menyebabkan Brigadir J ditembak di tempat.


Namun, terkait motif sebenarnya, ia meminta publik menunggu hingga dijelaskan oleh Polri dan dibawa ke pengadilan 

***

×
Berita Terbaru Update