Notification

×

Iklan

Iklan

Driver Ojol Palsu Ini Pura-pura Antar Makanan Padahal Untuk Bunuh Seorang Mahasiswa

Sabtu, 12 November 2022 | 19:45 WIB Last Updated 2022-11-12T12:45:26Z
Ilustrasi

Sebaran online, Bandung - Pelan tapi pasti, polisi berhasil menangkap pelaku penusukan seorang mahasiswa di Bandung yang menyebabkan korbannya, meninggal dunia. 


Tak hanya itu, polisi juga sukses mengungkap motif penusukan oleh pelaku, berinisial lelaki FA (24), termasuk bagaimana kronologis pelaku menusuk korbannya 


Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo menyebut bahwa penusukan korbn oleh rekannya tersebut, bermotifkan sakit hati terhadap korban sehingga merencanakan penusukan itu.


Menurut Kombes Kusworo Wibowo, pelaku saat melakukan aksinya, lebih awal menyamar sebagai driver ojek online (Ojol). 


Kemudian pada saat melancarkan aksinya, pelaku sengaja mengenakan jaket driver ojol yang dibelinya untuk mendatangi rumah korban


"Pelaku mengenakan pakaian driver ojol tersebut, dengan maksud agar dia dengan mudah dapat menemui korban," ujar Kombes Kusworo Wibowo, Sabtu, 12 November 2022.


Dismpaikannya, pelaku FA membeli senjata tajam secara online, "Sedangkan jaket ojek online yang dipakainya dibelinya 9 Oktober," kata Kombes Kusworo Wibowo lagi.


Awalnya, kata Kombes Kusworo Wibowo, pada 5 Oktober, pelaku dan korban sudah bertemu, tapi nggak menemui titik terang. 


"Terus tanggal 9 Oktober sudah berniat ingin menghabisi korban, kemudian (beli) pisau tanggal 10 Oktober," ujar Kombes Kusworo Wibowo mencontohkan pengakuan FA.


Tiba saat penusukan itu terjadi, pelaku berpura-pura mengantarkan paket ke kediaman korban dengan mengenakan jaket driver ojol tadi. Tujuannya agar tidak ada gangguan dan kecurigaan dari masyarakat.


"Setelah ada di dalam rumah, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajamnya atau pisaunya dan menusukkan beberapa kali ke leher korban," ucapnya.


Saat ditusuk, korban masih bisa berinteraksi dengan para saksi sekitar. Korban saat itu sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak tertolong nyawanya.


"Dengan begitu, pelaku langsung melarikan diri. Korban masih bisa berinteraksi dengan para saksi. Kemudian langsung dilarikan ke RS (Otista), namun sampai di RS korban dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.(*)


×
Berita Terbaru Update