Notification

×

Iklan

Iklan

Muktamar Qur'ani, Referensi Pesta Demokrasi 2024

Rabu, 16 November 2022 | 12:06 WIB Last Updated 2022-11-16T05:13:26Z



Catatan Menjelang Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke 48 di Surakarta


Oleh : DR Ishak Kenre., SKM, M.Kes


DUA hari lagi, Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke 48 di Surakarta, Jawa Tengah, akan berlangsung. Pelaksanannya sedari 18 hingga 20 November 2022. 


Suasana di pelabuhan (dermaga) dan bandar udara (airport) yang tersebar di seluruh Indonesia, sesak. Termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Menjelang pelaksanannya, jutaan warga dan simpatisan persyarikatan 'berlogo matahari' itu, siap bertolak ke Surakarta.  


Khusus dari Makassar, ada rombongan dari Institut Teknologi Kesehatan & Sains Muhammadiyah (ITKeSMu) Sidrap.


Rombongan yang dipimpin langsung Rektor ITKeSMu Sidrap, DR Muhammad Tahir., SKM.,MKes ini, siap bergabung di arena muktamar.


Rombongan saat ini sudah ada di 'Kota Daeng' Makassar, rencananya, baru akan take off pukul 17.15 WITA melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Sulhas) Makassar.


Saya ikut bergabung di rombongan ITKeSMU Sidrap menuju ke acara muktamar. 


Bagi saya, muktamar ini merupakan permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah. 


Selain momen regenerasi, Muktamar adalah momen silaturahmi dan kolaborasi warga persyarikatan. 


Muktamar diikuti oleh ribuan orang perwakilan wilayah dan daerah Muhammadiyah, juga dimeriahkan oleh jutaan warga dan simpatisan Muhammadiyah se-Indonesia, bahkan Dunia 


Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke 48 di Surakarta tahun 2022 ini, ibarat muktamar qur'ani, juga bisa referensi pesta demokrasi 2024.


Diriwayatkan, "Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar


Tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. 


Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal." (Q.S Al Imran : 159)


Dapatlah dimaknai, perlunya memimpin secara islami, bermusyawarah dengan akhlak mulia dengan sikap sabar, lemah lembut, rasa rahmat, belas kasihan, dan cinta kasih dalam meraih Ridho dan Rahmat Allah SWT


Muhammadiyah-ku, jadilah teladan dalam bermusyawarah, muktamar menjadi kado istimewa untuk bangsa dan negeri tercinta Indonesia ini (*)

×
Berita Terbaru Update