Notification

×

Iklan

Iklan

Opini - Wabah Malaria, Hari Kesehatan Nasional dan Eliminasi Malaria

Selasa, 01 November 2022 | 21:14 WIB Last Updated 2022-11-01T16:09:16Z


Sapa-sapa dulu rekan-rekan se-korps 'seragam putih bersih dan suci' dari Sabang hingga Merauke. Welcome To November !


Penulis: Dr. Ishak Kenre, SKM.,M.Kes

(Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sidrap)


SORE sudah beranjak gelap saat memulai tulisan ini. Kali ini, penulis memilih judul opini, Wabah Malaria, Hari Kesehatan Nasional dan Eliminasi Malaria.


November 2022 telah tiba. Do'a kesehatan dan keselamatan untuk kita semua, mengiringi tulisan ini. 


Tentu, November ini adalah bulan yang dinantikan oleh kita semua, terutama rekan-rekan perawat seantero negeri. 


Kita semua sepakat, ini adalah bulan yang penuh atraksi unjuk bakat dan prestasi, serta impian meraih medali sebanyak banyaknya pada setiap pertandingan perlombaan dalam rangka memeriahkan hari kesehatan nasional. 


Tidak lama lagi, rekan-rekan se-korps dimana-mana akan mengenakan kostum seragam. Kita akan disibukkan dengan koastum baru dan berlenggok defile


Tapi, boleh jadi masih ada rekan yang belum kelar kostumnya. Bisa jadi. Lambat jadi juga tidak mengapa, sebab boleh jadi rekn lebih mengutamakan latihan parade sambil menanti kostum terindah untuk menyongsong kemenangan di ujung lomba nanti


Penulis bisa membayangkan, betapa rekan-rekan terlihat bersemangat dan bahagia menyongsong puncak hari kesehatan nasional 2022.


Menjelang puncak peringatan, terbayang rekan-rekan berjalan dengan sangat rapi melintasi panggung kehormatan. Riunh penonton menggema 


Penonton dan para tamu undangan yang ada di atas panggung kehormatan, pun tak sadar diri menepukkan tangan. Mereka semua terkesima dengan atrkasi dan yel-yel yang rekan-rekan persembahkan di hadapan mereka. 


Tapi satu yang pasti, semangat yang penuh jiwa nasionalisme menyambut hari kesehatan nasional 2022 ini, bukan hanya milik kita para petugas kesehatan yang senantiasa selalu di garda terdepan berjuang melawan Covid-19, tetapi ini adalah seluruh masyarakat Indonesia.  


Tak lagi upacara virtual  & semarak hari kesehatan nasional ditiadakan, sungguhpun Pandemi Covid-19 belum usai. Namun, Insya Allah kita peringati hari kesehatan nasional dengan penuh kegembiraan, kebahagiaan dan kesyukuran. 


Pemberantasan Malaria, titik tolak Sejarah Hari Kesehatan Nasional


Penetapan 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) berhubungan dengan penanganan dan pemberantasan penyakit Malaria  yang dilakukan di Indonesia.  


Mengatasi Malaria yang merebak pada era tahun 1950-an. Mengutip laman resmi Kemenkes, pada masa itu  penyakit Malaria banyak merenggut korban jiwa. Pada 1959, Dinas Pembasmian Malaria kemudian dibentuk pada bulan Januari sebagai upaya mengatasi wabah yang terjadi. 


Dinas Pembasmian Malaria berubah nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) pada 1963. Pembasmian Malaria pada tahun-tahun itu dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang disemprotkan secara massal ke rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung. 


Secara simbolis, penyemprotan juga dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta. Kegiatan penyemprotan DDT saat itu juga diikuti kegiatan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. 


Lima tahun kemudian, sejak upaya itu, pembasmian Malaria dinilai berhasil. Oleh karena itu, 12 November 1964 untuk pertama kalinya diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional, yang kemudian menjadi titik awal kebersamaan komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan Indonesia.


Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030


Di Indonesia, penyakit ini tergolong endemi karena terdapat beberapa daerah yang masih banyak menderita malaria terutama di wilayah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Papua, Papua Barat, serta di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera. 


Saat ini pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah on the track dalam upaya eliminasi malaria pada 2030. 


Pemerintah pun menargetkan tidak ada lagi daerah endemis tinggi malaria di 2020. Pada 2025 semua kabupaten/kota mencapai eliminasi, 2027 semua provinsi mencapai eliminasi, dan 2030 Indonesia mencapai eliminasi. 


Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasomodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut.  


Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil beberapa hari setelah terinfeksi parasit yang dibawa oleh nyamuk. 


Walaupun mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria bisa sembuh secara total bila diatasi dengan tepat. Sebaliknya, jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal dari menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian. 


Berawal dari pemberantasan  Wabah Malaria, HKN tahun 1964 pertama kalinya di peringati, kita cash  spirit pemberantasan penyakit menular,  meneguhkan komitmen Kabupaten / Kota  eliminasi Malaria, Insya Allah Indonesia Bebas  Malaria 2030. (*)




×
Berita Terbaru Update